PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, alias Telkom Indonesia atau sering disebut Telkom adalah salah satu perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia. Telkom ini merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang informasi dan komunikasi  serta penyedia jaringan beserta jasa telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Bila dibandingkan dengan perusahaan telekomunikasi lainnya di Indonesia, Telkom ini merupakan perusahaan yang paling besar. Pasalnya telah mempunyai pelanggan telepon tetap dengan jumlah 15 juta orang. Tak hanya itu saja, Telkom juga mempunyai 104 juta pelanggan telepon seluler. Selain itu, pendapatannya di tahun 2017 berhasil meraup IDR 22,14 Triliun banyaknya. Tentunya jumlah pengguna dan pendapatannya  ini tidaklah sedikit sehingga pantas bila Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Jenis entitas usaha dari Telkom Indonesia ini sendiri merupakan BUMN yang mana sebanyak 47,91% sahamnya dipunyai oleh Publik, investor dalam negri dan juga Bank of New York. Sedangkan untuk 52,09% sisa sahamnnya dipunyai oleh Pemerintah Indonesia. Telkom menjadi pemegang saham mayoritas pada 13 anak perusahaannya seperti Telkom Metra,  Telkomsel dan Telkom Akses. Saat ini jabatan direktur utama Telkom dipegang oleh Alex Janangkih Sinaga.

Alex Sinaga ini menggantikan direktur sebelumnya yakni Arief Yahya yang  menjadi mentri di Kabinet Jokowi (Kabinet Kerja) sebagai mentri pariwisata. Selain sedikit penjelasan umum mengenai Telkom tersebut, masih ada banyak penjelasan penting terlengkap  lainnya yang harus diketahui. Salah satunya adalah penjelasan mengenai sejarah terbentuknya Telkom  beserta anak-anak perusahaan yang dipunyai. Pasalnya dengan mengetahui semua hal ini, pengetahuan mengenai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia ini akan semakin bertambah. Untuk itulah Anda harus menyimak penjelasan lengkap mengenai sejarah terbentuknya Telkom berserta anak-anak perusahaan yang dipunyai ini dengan baik.

www.pexels.com

Sejarah Singkat Terbentuknya Telkom Indonesia

Penjelasan pertama mengenai Telkom Indonesia ini adalah mengenai sejarah singkatnya.  Perusahaan yang bermarkas di DKI Jakarta  dan didirikan pada 23 Oktober 1856 ini mempunyai sejarah terbentuk yang sangatlah lama sudah sejak jaman Hindia Belanda lalu. Namun sejarahnya ini bisa disingkat melalui 5 tahapan yang akan memudahkan Anda memahami sejarah terbentuknya. Adapun sejarah singkat terbentuknya Telkom adalah sebagai berikut:

  1. Pada Era Kolonial

Pada era kolonial lalu, tepatnya pada 23 Otober 1856,  merupakan awal pengoperasian layanan jasa Telegraf Elektromagnetik. Pengoperasian layanan ini mampu menghubungkan Batavia yang saat ini dikenal dengan Jakarta dengan Buitenzorg alias Bogor. Perlu diketahui bahwa momen yang tidak terlupakan tersebut akhirnya diputuskan menjadi hari lahir Telkom sejak tahun 2009 lalu. Setelah masa awal pengoperasian tersebut yang mana masih di era kolonial, didirikanlah badan usaha swasta penyedia layanan post dan telegraf tepatnya pada di tahun 1882. Sesudah kejadian tersebut, terjadilah pengkonsolidasian layanan komunkasi kedalam PTT (Post Telegraaf Telefoon) oleh pemerintah Hindia Belanda.

  1. Berubah Menjadi Perusahaan Negera

Di tahun 1961 pengubahan menjadi PN Postel alias Perusahaan Negera Post dan Telekomunikasi ini dilakukan dari status  jawatan yang dipunyai sebelumnya. Tidak sampai disitu saja perubahannya. PN Postel kembali diubah dengan cara dipecah menjadi dua pada tahun 1965 yakni menjadi PN Telekomunikasi (Perusahaan Negara Telekomunikasi) dan yang kedua PN Pos & Giro (Perusahaan Negara Pos dan Giro). Perubahan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1965.

  1. Perubahan Nama Menjadi Perumtel

Pengubahan nama PN Telekomunikasi terjadi di tahun 1974 yang mana diubah namanya menjadi Perusahan Umum Telekomunikasi (perumtel). Tugas dari perumtel ini adalah menyelengarakan jasa telekomunikasi secara internasional maupun nasional.  Pemerintah RI mengambil langkah besar dengan memisahkan penyelenggaraan jasa telekomunikasi internasional dengan Perumtel. Langkah yang diambil ini adalah di tahun 1980, pemerintah Indonesia mengambil semua saham dari PT Indonesian Satelite Corporation Tbk milik American Cable and Corp, atau yang lebih dikenal dengan sebutan TBK ini menjadi BUMN yang tugasnya sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi yang internasional tersebut. Perkembangan sejarah setelah pengubahan nama menjadi perumtel ini terus berlanjut dengan ditetapkannya UU baru di tahun 1989. UU tersebut adalah UU nomer 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi. Pada UU tersebut didalamnya mengatur peran pihak swasta dalam menyelenggarakan telekomunikasi di Indonesia.

www.pexels.com
  1. Berubah Bentuk dari Perumtel ke Persero

Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 25 tahun 1991,  Perumtel mengalami perubahan bentuk. Perubahan tersebut adalah menjadi bentuk perusahaan perseroan sehingga menjadi mempunyai nama PT Telekomunikasi Indonesia. Hal ini dilakukan karena ketika memasuki Repelita V, pemerintah Indonesia menilai bahwa menambah kecepatan pembangunan telekomunikasi sangatlah penting untuk dilakukan sebab bisa memicu berbagai pembangunan vital lainnya.

  1. Menjadi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  • Pada 1995, tepatnya 14 November, terjadi intial public offering atau yang biasa disebut dengan penawaran umum perdana saham yang dimiliki Telkom. Semenjak itulah saham yang dipunyai Telkom mulai tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dulunya adalah Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ), New York Stock Exchange (NYSE), Tokyo Stock Ezchange dan London Stock Exchange (LSE).

 

  • Pada awalnya Telkom mendominasi dan memonopoli industri telekomunikasi di Indonesia. Namun hal ini tidak lagi terjadi sejak ditetapkannya UU no 36 tahun 1999 mengenai Telekomunikasi. Pada UU tersebut, pemerintah telah membuka kompetensi pasar bebas dengan deregulasi pada bidang telekomunikasi tersebut. Maka dari itulah monopoli yang dilakukan Telkom sudah tidak terjadi lagi.

 

  • Sebagai bentuk implementasi restruksi industri jasa sektor telekomunikasi yang ada di Indonesia, pada tahun 2001, Telkom membeli saham Telkomsel sebanyak 35% dari PT Indosat. Hal ini ditandai dengan dihapuskannya kepemilikan silang dan kepunyaan bersama yang terjadi diantara Indosat dan juga Telkom. Akibat dari hal ini adalah sejak Agustus 2002, penyelenggaraan telekomunikasi lokal di Indonesia dilakukan dengan duopoli.

 

  • Pada 23 Oktober 2009, meluncurlah “Telkom Baru (New Telkom)”. Dalam hal tersebut, pergantian identitas dari perusahaan Telkom menjadi penandanya.
www.pexels.com

Anak Perusahaan Milik Telkom Indonesia

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar, Telkom Indonesia mempunyai banyak anak perusahaan (Entitas anak). Entitas anak in iterbagi menjadi dua yakni entitas anak dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung yang semuanya tergabung dalam Telkom Group. Berikut ini adalah informasi mengenai anak perusahaan Telkom  yang harus Anda ketahui dan info ini ada juga di web Kuotabro.Com:

  1. PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel)

Anak perusahaan pertama yang mana menyumbang banyak keuntungan untuk Telkom adalah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Telkom mempunyai sebanyak 65% saham dari perusahaan ini dan 35% lainnya dipunyai oleh Singapore Telecommunications.  Perlu Anda ketahui bahwa Telkomsel ini merupakan operator telekomunikasi seluler yang pertama di Indonesia. Basis yang digunakan di seluruh Indonesia tersebut adalah basis teknologi jaringan  GPRS, GSM Dual BAND (900&1800), 3G, WiFI, EDGE, HSPA dan HSDPA.  Sementara itu, dalam bidang jaringan internasional,  Telkomsel yang merupakan anak perusahaan Telkom ini berkerjasama dengan 196 negara dimana terdapat 362 roaming patners-nya.

  1. Telkomsel Finance B.V (TFBV)

TFBV adalah perusahaan yang bertujuan untuk pengumpulan dan peminjaman dana, termasuk didalamnya ada surat berharga, surat kesanggupan obligasi dan surat pengeluaran obligasi. Perusahaan tersebut adalah sebuah perusahaan yang terdapat di Amsterdam Belanda yang menjadi anak perusahaan dari Telkomsel. Telkom sendiri mempunyai saham pada TFBV ini sebanyak 65% besarnya melalui Telkomsel.

  1. Telkomsel Seluler Finance Limited (TSFL)

Seperti TFBV, TSFL ini juga merupakan anak perusahaan dari Telkomsel. Perusahaan yang didirikan pada 22 April 2002 ini berada pada sektor keuangan dan investasi. Jumlah saham yang Telkom kuasai pada TSFL ini sebanyak 65% yang didapatkan melalui Telkomsel.

  1. PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra)

Telkom menjadi 100% pemilik saham dari PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra). Perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang penyediaan jaringan telekomunikasi dan multimedia.

  1. Mojopia (Metranet)

Keseluruhan saham dari Mojopia ini dipunyai oleh Telkom Metra. Mojopia atau MetraNet ini  ini bergerak pada bidang pemberian bantuan dan juga pembinaan dalam memasarkan produk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia yang dilakukan secara elektronik perdagangannya.

  1. PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSIgma).

Tak hanya itu MetraNet saja, Multimedia Nusantara juga mempunyai kepemilikan saham keseluruhan yakni sebesar 100% didalam TelkomSIgma ini.   Perusahaan tersebut adalah perusahaan yang menyediakan berbagai layanan yang mampu mendukung bisnis dengan basis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia yang telah berjalan lebih dari 20 tahun lamanya.  TelkomSIgma mempunyai mayoritas kepemilikan pada tujuh perusahaan yakni PT Graha Telkomsigma, PT Sigma Solusi Integrasi, PT Sigma Karya Sempurna, PT Sigma Metrasys Solution, PT Signet Pratama, PT Sigma Tata Sadaya dan Sigma AIT Sdn., Bhd.

  1. PT Administrasi Medika (AdMEdika)

Pada tahun 2002 silam, berdirilah perusahaan thrid party administrator (TPA) yang pertama di Indonesia. Perusahaan tersebut adalah AdMedika yang mana mampu mencampurkan  layanan administrasi  jaminan kesehatan alias asuransi dengan aplikasi proses klaim kesehatan yang berbasis online. Baru pada tahun 2010, AdMedika resmi menjadi bagian dari Telkom Grup. Penggabungannya ini dikarenakan AdMedikan ini secara resmi diakuisisi oleh salah satu anak perusahaan Telkom dengan kepemilikan saham mayoritas (75%) yakni oleh PT Multimedia Nusantara (Metra).

  1. PT Finnet Indonesia (Finnet)

PT Mekar Prana Indah (MPI) merupakan perusahaan yang  kepunyaan sahamnya ini dipunyai oleh Yayasan Kesehateraan Karyawan Bank Indonesia (YKBI). YKBI ini lalu bekerjasama dengan salah satu anak perusahaan Telkom yakni Telkom Metra dalam bentuk kerjasama joint Venture Company sehingga berhasil mendirikan PT Finnet Indonesia (Finnet). Untuk komposisi kepemilikan perusahaan ini adalah 60% untuk Telkom  Metra dan sisanya sebanyak 40% untuk MPI. Finnet merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor pembayaran secara elektronik.

  1. PT Melon Indonesia (Melon)

Sebagai bentuk realisasi perluasan bisnis pada sektor media pendidikan dengan fokus layanan musik secara digital, Telkom mendirikan PT Melon Indonesia pada 16 Agustus 2010. Tujuan lain dari didirikannya Melon ini adalah untuk konten lainnya seperti telepon seluler, kanal elektronik konsumen, komputer pribadi dan juga media digital lainnya. Pendirian perusahaan ini merupakan hasil Joint Venture antara South Korea Telecom dengan salah satu anak perusahaan Telkom yakni Multimedia Nusantara. Untuk jumlah komposisi sahamnya sendiri adalah 51% untuk Multimedia Nusantara dan 49% untuk South Korea Telecom.

  1. PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom)

Dalam usaha untuk menyediakan penyelengaraan dan saranan dari jasa sistem komunikasi satelit perminyakan, Telkom bersama PT Indosat, PT Panutan Duta, PT Elnusa dan PT Humpus mendirikan PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom). Perusahaan ini didirikan pada 28 September 1995 silam dan baru mendapatkan izin dari Dirjen Post & Komunikasi dalam sektor izin penyelnggaraan jasa internet pada tahun 2001. Seluruh saham dari Patrakom ini berhasil diambil oleh Telkom pada tahun 2013 lalu.

  1. PT PINS Indonesia (PINS/ Pramindo)

Semua saham dari Pramindo ini dipunyai oleh Telkom. Menjadi salah satu anak perusahaan Telkom, Pramindo menjadi penyedia jasa telekomunikasi & informasi serta juga menjadi penyedia jaringan. Terdapat banyak sekali prestasi yang berhasil diraih oleh perusahaan ini, salah satunya adalah distribusi modem ADSL  pada tahun 2010-2011 ke Telkom yang ada di seluruh Indonesia.

www.pexels.com
  1. PT Informedia Nusantara (Infomedia)

Sebanyak 49% saham dari PT Infomedia Nusantara  dipunyai oleh Telkom dan 51% lainnya dipunyai oleh Metra sebagai anak perusahaan Telkom. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang ada pada sektor iklan dan juga media penerbitan sebagai komunikasi yang terjadi antara para pelaku bisnis. Selain itu, Infomedia juga berperan untuk menjadi saluran informasi bagi para pengguna atau pelanggan telepon.

  1. PT Belebat Deikikasi Prima (Balebat)

Melalui Infomedia, Telkom berhasil mempunyai 65% saham dari Balebat. Perusahaan yang bergerak pada pelayanan jasa percetakan  ini diakuisisi pada 1 oktober 2003 lalu.

  1. PT Telekomunikasi Indonesia International (TII/Telin)

Telkom mempunyai 100% saham milik Telin. Perusahaan ini sebelumnya mempunyai nama PT Aria West International Finance. Telin merupakan anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam pengelolaan bisnis Telkom yang ada di luar negri. Selain itu, perusahaan ini juga bertanggungjawab dalam pengelolaan telekomunikasi Internasional.

  1. PT Telekomunikasi Indonesia (Hong Kong) Ltd. (Telin Hong Kong)

Pada 8 Desember 2010 merupakan waktu dimana Telin Hong Kong didirikan. Bidang yang digeluti perusahaan ini adalah pelayanan, pemeliharaan dan juga pemberian jaringan Telekomunikasi publik melalui penginstalan radio komunikasi.  Melalui Telin, Telkom berhasil mempunyai 100% saham dari Telin Hong Kong ini.

  1. PT Telekomunikasi Indonesia International Pte., Ltd. (Telin Singapore)

Layanan yang diberikan oleh Telin Singapore ini merupakan layanan penyedia jasa telekomunikasi yang mana didalamnya ini termasuk data berbasis internet, jasa kartu telepon prabayar, callback dan juga jasa sewa sirkuit. Saham dari perusahaan ini secara keseluruhan dipunyai oleh Telin sebagai anak perusahaan dari Telkom.

  1. Telekomunikasi Indonesia Internasional, S.A (Telin Timor Leste)

Telin Timor Leste menjadi operator seluler di Timor Leste  dengan basis teknologi GSM. Merek dagangnya bernama Telkomcel. Telin Timor Leste  ini merupakan anak perusahaan dari Telin.

  1. Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty., Ltd. (Telkom Australia)

Telin yang merupakan anak perusahaan dari Telkom mempunyai 100% saham dari Telkom Australia.  Sektor usaha yang digelut oleh perusahaan ini adalah layanan telekomunikasi, information technology outsourching (ITO) dan business Process Outsourching (BPO).

  1. Scicom (MSC) Bhd. (Scicom)

Basis dari Scicom ini berada di Malaysia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1997 ini menjadi penyedia jasa contact center di negera basisnya berada. Telkom berhasil menjadi pemegang saham mayoritas dari Scicom ini yakni sebesar 29,71% melalui Telin.

  1. PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra)

PT Infrastruktur Telekomunikasi indonesia atau yang sering disebut dengan Telkom Infra ini berdiri pada tanggal 16 Januari 2014. Basis bidang dari perusahaan ini adalah jasa, perdagangan dan juga pembangunan dalam sektor telekomunikasi.

  1. PT Dayamitara Telekomunikasi (Mitratel/ Dayamitra)

Mitratel adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1995 silam. Telkom mampu mengambil kepemilikan saham sebanyak 100% dari perusahaan ini pada 3 Desember 2004.  Mitratel merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor Telekomunikasi.

  1. PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty/ GSD)

Dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 99,99% di  tahun 2001, Telkom mampu mempunyai GSD. GSD ini adalah sebuah perusahaan bidang properti terpadu. Perusahaan tersebut saat ini telah mempunyai cakupan wilayah kerja yang berada di seluruh Indonesia. Pengelolaan terhadap beberapa gedung perusahaan yang tergabung dalam Telkom Group seperti misalnya PT Telekomunikasi Indonesia, PT Telkomsel dan masih banyak lagi dilakukan oleh GSD. Perusahaan ini terus berkembang dengan pesat dibawah kendali Telkom.

  1. PT Telkom Akses (PTTA)

PT Telkom Akses (PTTA) merupakan anak perusahaan dari Telkom yang bergerak pada sektor manage service infastruktur dan konstruksi pembangunan infastruktur pada jaringan. Perusahaan yang didirikan pada 12 Desember 2012  ini seluruh sahamnya dipunyai oleh Telkom. DIdirikannya perusahaan ini merupakan realisasi dari Telkom untuk terus mengembangkan jaringan broadband yang nantinya mampu menghadirkan akses komunikasi dan juga informasi kepada seluruh penduduk Indonesia.

www.pexels.com
  1. PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo)

Saham dari Napsindo ini sebanyak 60% dipunyai oleh Telkom, sementara sisanya dipunyai oleh perusahaan milik Telkom Group yakni PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IAGT) yang bergerak pada sektor bisnis dan pemasaran.

  1. Anak Perusahaan Patuangan (Minoritas)

Tidak semua anak perusahaan yang dipunyai Telkom ini kedudukan pemegang saham mayoritasnya berada ditangan Telkom. Terdapat beberapa anak perusahaan yang dipunyai Telkom dengan  kepemilikan saham minoritas alias anak perusahaan patungan. Berikut adalah beberapa anak perusahaan tersebut yang tidak kalah penting untuk diketahui:

  1. PT Citra Sari Makmur (CSM)

CSM merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang jaringan terestrial dan satelit.  Telkom mempunyai saham atas perusahan ini sebesar 25%.

  1. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN)

Telkom mempunyai saham dari PSN ini sebanyak 14,60%. PSN adalah perusahaan yang bergerak pada bidang telekomunikasi satelit.

  1. PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT)

Saham yang dipunyai  Telkom pada BBT ini hanya 5% saja. Di Kawasan Industri Batamindo tidak  ada Telekomunikasi sambungan kabel.  Selebihnya, di Pulau Bintan terdapat kawasan industri Bintan, Bintan Beach International serta Kawasan Industri Batamindo Batam.

  1. PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (Bangtelindo)

Bangtelindo merupakan  perusahaan yang bergerak pada konstruksi, perencanaan telekomunikasi, instalasi dan perusahaan perawatan. Sahamnya terbagi menjadi tiga bagian, yakni saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sebanyak 2,11%, saham Koperasi Telkom sebanyak 2.65% dan saham dana pensiun Telkom sebanyak 54,23%.

 

Demikian itu tadi merupakan informasi lengkap mengenai sejarah terbentuknya Telkom Indonesia beserta anak-anak perusahaan yang dipunyai. Keseluruhan informasi ini tidak boleh ada yang dilewatkan ataupun disepelekan satupun karena semuanya merupakan informasi yang penting yang mampu menambah pengetahuan yang dipunyai. Maka dari itulah silahkan simak dan cermati dengan baik seluruh penjelasan lengkap mengenai sejarah singkat terbentuknya Telkom beserta dengan anak perusahaan yang dipunyai ini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *